Rabu, 25 Februari 2009

Tata Kostum Mesir Kuno Part1: Pembabakan Sejarah

Perkembangan kostum Mesir tak lepas dari perkembangan sejarah Mesir Kuno, yang melalui beberapa periode kekuasaan. Mesir tak selamanya bersatu. Pada periode peralihan, Mesir terbagi atas Mesir Atas/Mesir Hulu (daerah selatan) dan Mesir Bawah/Mesir Hilir (daerah utara sekitar delta Sungai Nil).

Ada perbedaan angka tahun pasti periode tersebut dalam masing-masing sumber. Berikut adalah pembagian periode kekuasaan secara global menurut Sir Alan Gardiner's dalam Egypt of the Pharaohs (
www.ehistory.com, by InterCity Oz,Inc.):

a. Prasejarah (+ 2 juta-5500 SM)

b. Pra-dinasti (penemuan bukti tulisan pertama) 5500-3100 SM

c. Thinite/Dinasti Awal 1-2 (Menes mempersatukan Mesir) 2920-2650 SM

d. Kerajaan Lama (Dinasti ke-3—ke-6) 2650-2152 SM

e. Periode Peralihan Pertama (Dinasti ke-7—ke-10) 2150-1986 SM

f. Kerajaan Pertengahan (Dinasti ke-11—ke-12) 1986-1759 SM

g. Periode Peralihan Kedua (Dinasti ke-13—ke-17) 1759-1539 SM

h. Kerajaan Baru (Dinasti ke-18—ke-20)1539-1069 SM

i. Periode Peralihan Ketiga (Dinasti ke-21—ke-25) 1070-657 SM

j. Saite/Periode Akhir (Dinasti ke-26-31)664-332 SM

k. Dinasti Ptolemy (Hellenistik),
Dinasti Ptolemy dapat dikatakan sebagai dinasti terakhir yang masih mewarisi
ciri-ciri tradisi Mesir Kuno, meskipun seluruh keluarga kerajaan adalah keturunan orang Yunani. Ptolomeus, pendiri dinasti Ptolemy, adalah salah satu pang-lima perang Alexander yang mengambil alih Mesir dan mengklaim sebagai keturunan dewa.
Mesir menerima banyak pengaruh asing. Alexandria, ibukota Mesir, terkenal dengan perpustakaannya yang teramat besar, yang berarti juga merupakan pusat pengembangan pengetahuan.

L. Periode Roman dan Byzantium
Pertama-tama, perlu ditegaskan bahwa periode Roman yang dimaksud di sini adalah pengusaan kekaisaran Romawi atas Mesir di bawah Oktavianus Augustus, bukan periode Kerajaan Roman di Abad Pertengahan yang akan disinggung berikutnya. Pada periode Roman ini, Mesir secara penuh dikuasai Roma dan menyebut diri mereka bangsa Koptik. Dalam masa inilah agama Nasrani berkembang, dan sampai ke Mesir pada abad pertama Masehi.
Seiring dengan tumbangnya kekaisaran Romawi dan berdirinya dinasti Byzantium yang beragama Nasrani, Mesir pun perlahan terlepas dari tradisi asalnya, dan mengidentifikasikan diri sebagai bangsa Koptik. Berikutnya, Mesir berada dalam kekuasaan Kerajaan Islam, mulai dari Dinasti Abbasiyyah hingga Turki Utsmaniyah. Dengan pudarnya kekuasaan Islam, Mesir menjadi jajahan Prancis lantas Inggris, dan berkembang menjadi Mesir modern yang kita kenal saat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar